Terima kasih telah mampir ke blog saya, pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang retikulum endoplasma, organel sel yang terbentuk dari adanya invaginasi atau pelipatan membran sel ke arah dalam. Proses invaginasi ini membentuk beberapa organel lain, tidak hanya retikulum endoplasma, seperti badan golgi dan vakuola. Selanjutnya , kita akan pelajari bersama segala hal yang berkaitan dengan retikulum endoplasma meliputi pengertian, struktur dan fungsinya.
1. Pengertian Retikulum Endoplasma
Pengertian retikulum endoplasma berdasarkan bahasa dapat diartikan sebagai jejaring kecil yang terdapat dalam cairan sitoplasma (retikulum berasal dari kata reticular yang berarti jaringan; dan endoplasma berarti berada dalam sitoplasma).
2. Struktur Retikulum Endoplasma
Secara umum, struktur retikulum endoplasma apabila diamati terlihat menyerupai jejaring atau lembaran-lemmbaran yang mengalami pelipatan. Adanya jejaring atau lembaran yang mengalami pelipatan membentuk sisterna (berasal dari kata cisterna, berarti penampung cairan). Setiap sisterna yang terbentuk dari adanya pelipatan membran (atau jejaring) membentuk suatu lumen (rongga). Membran retikulum endoplasma ini bersifat kontinyu artinya bersambungan dengan membran nukleus atau membran inti. Membran retikulum endoplasma dengan membran nukleus dibatasi oleh lumen retikulum endoplasma. Untuk lebih mudah dipahami, mari kita perhatikan gambarnya sebagai berikut.
![]() |
| Struktur Retikulum Endoplasma (Sumber: Reece et al, 2017) |
![]() |
| Stuktur Sisterna yang Terbentuk dari Pelipatan Membran R.E (Sumber: Marianti dkk., 2007) |
Pada dasarnya, retikulum endoplasma (selanjutnya kita gunakan singkatan R.E untuk retikulum endoplasma) terbagi menjadi dua, yaitu R.E kasar dan R.E Halus.
• R.E Kasar
Disebut R.E kasar karena pada bagian membrannya ditempeli oleh ribosom. R.E kasar ini juga disebut dengan R.E granular. R.E kasar ini berupa tumpukan membran yang membentuk sisterna. R.E kasar ini memiliki peran dalam dalam mensintensis protein karena adanya ribosom yang menempel pada R.E. R.E kasar ini dapat ditemukan dengan jumlah yang lebih besar pada pankreas.
• R.E Halus
Disebut R.E halus karena pada permukaan membrannya tidak ditempeli oleh ribosom. R.E halus ini dijuga dikenal dengan nama R.E agranular. R.E halus secara struktur terbentuk dari anyaman saluran-saluran halus. R.E halus ini memiliki fungsi atau peran berbeda dalam berbagai proses metabolik pada tubuh, diantaranya sintesis lipid, metabolisme karbohidrat, dan detoksifikasi obat-obatan maupun racun. R.E halus ini ditemukan dengan jumlah besar pada sel-sel epitelial.
Ketebalan membran R.E relatif lebih tipis jika dibandingkan dengan membran sel karena adanya perbedaan pada komposisi molekul penyusunnya. Pada membran R.E kandungan proteinnya lebih tinggi dibanding dengan yang ada pada membran sel. Selain itu, membran R.E memiliki kandungan kolesterol/lemak yang lebih rendah dibanding pada membran sel. Hal yang demikian menyebabkan membran R.E lebih stabil dibandingkan membran sel.
3. Fungsi Retikulum Endoplasma
Fungsi retikulum endoplasma bervariasi diantaranya sebagai berikut.
• Sintesis protein
Sintesis protein atau rantai polipeptida terjadi pada R.E kasar yang proses elongasi (pemanjangan) tidak berada di sitosol, melainkan pada lumen R.E. Sintesis protein ini melibatkan dua reseptor, yaitu reseptor yang diperlukan untuk mengenali ribosom subunit besar yang nantinya akan mengikat ribosom pada permukaan membran R.E sehingga memungkinkan terjadinya pemindahan rantai polipeptida dari sitosol ke lumen R.E. reseptor yang lain diperlukan untuk mengikat ujung 3’ mRNA yang akan diterjemahkan. Pemindahan rantai polipeptida ke dalam lumen R.E ini ditentukan oleh terjemahan dari mRNA. Pada mRNA terdapat kodon untuk polipeptida isyarat dan proses penerjemahannya terjadi di sitosol.
• Sintesis lipid
Sintesis lipid ini terjadi pada R.E halus. Lipid yang disintesis pada R.E halus termasuk didalmnya fosfolipid dan steroid. Stroid yang dihasilkan oleh R.E halus ini antara lain adalah hormon seks pada hewan bertulang belakang dan hormon yang sisekresikan oleh kelnjar adrenal. Adapun fosfolipid yang disintesis oleh R.Ehalus kebanyakannya adalah molekul fosfatidilkolin. Molekul fosfatidilkolin disintesis oleh R.E halus dari glukosa-fosfat dan kolin.
• Detoksifikasi
Detoksifikasi terjadi di R.E halus. Proses detoksifikasi ini melibatkan enzim sitokrom P450. Pada membran R.E halus ini, senyawa toksin yang terlarut dalam lipid dioksidasi menggunakan oksigen dan NADPH dengan bantuan katalisator NADPH-sitokrom P450 dan sitokrom P450. Hasilnya adalah senyawa yang mudah terlarut dalam air sehingga mudah untuk dibuang oleh tubuh.
• Metabolisme karbohidrat
Metabolisme karbohidrat dilaksakan oleh R.E halus. R.E halus mengubah glikogen yang tersimpan dalam hati menjadi glukosa yang selnjutnya dilepaskan ke dalam darah.
4. Enzim-enzim Retikulum Endoplasma
Enzim-enzim yang terdapat dalam retikulum endoplasma diantaranya sebagai berikut.
• Glukosa-6-fosfatase yang berperan pada salah satu reaksi glukoneogenesis
• Nukleosida fosfatase yang berperan dalam metabolisme nukleotida
• Glikosiltransferase yang berperan sebagai katalisator dalam sintsis glikolipid dan glikoprotein
• Sitokrom P450 berperan dalam detoksifikasi senyawa racun dalam tubuh
• Enzim-enzim yang berperan dalam metabolisme asam lemak, sintesis fosfolipid dan steroid.
Referensi:
Marianti, Aditya dan Sumadi. 2007. Biologi Sel. Yogyakarta: Graha Ilmu
Reece, Jane B. et al. 2008. Biologi. Edisi Kedelapan Jilid 1. Terjemahan Damaring Tyas Wulandari. Erlangga: Jakarta
Reece, Jane B., et al. 2017. Campbell Biology. 11th Ed. Lake Ave: Pearson Education



























