Monday, March 22, 2021

Mengenal Kelompok Hewan Reptilia

(Sumber:Pixabay)

Banyak dari kita ketika mendengarkan kata reptil langsung terbayang di benak kita ular dan sejenisnya. Padahal, jika kita telaah lebih dak hanya dalam, kita akan mengetahui bahwa reptil tidak hanya ular saja, melainkan masih banyak lagi. Reece et al (2014) mengungkapkan bahwa kelompok reptil memilki sisik yang melapisi atau melindungi seluruh bagian tubuhnya. Pada sisik ini mengandung protein keratin. Lebih lanjut lagi, Reece et al (2014)  menjelaskan bahwa keberadaan sisik ini bertujuan untuk melindungi kulit hewan dari adanya desikasi dan abrasi. Selain itu, kelompok hewan ini digolongkan dalam kelompok poikilotermik karena tidak mampu menggunakan hasil metabolism tubuhnya untuk memanaskan tubuhnya sendiri.

Avissar et al (2013) menjelaskan bahwa kelompok reptile dibagi menjadi 4 klad, yaitu crocodilia, sphenodontia, squamata, dan testudine.

1. Crocodilia
Menurut Hickman et al (2002) menjelaskan bahwa kelompok hewan ini memiliki tengkorak yang memanjang dan masif. Reece et al (2014) menambahkan bahwa kelompok hewan ini berkaki empat yang berukuran panjang dan meruncing di bagian ujungnya.

2. Sphenodontia
Hickman et al (2002) menjelaskan bahwa kelompok ini memiliki tengkorak diapsid dengan dua temporal yang terbuka. Hickman et al (2002) menjelaskan bahwa kelompok ini mengalami perkembangan yang baik pada bagian parietal di tengah sehingga tampak memilki “mata ketiga”.

3. Squmata
Hickman et al (2002) mengungkapkan bahwa squamata memillki tengkorak diapsid yang termodifikasi pada bagian tulang dermal ventral yang tereduksi serta temporal yang terletak lebih khvje bawah. Lebih lanjut lagi, Hickman et al (2002) menjelaskan bahwa kelompok hewan ini berkaki empat yang berfusi dengan tulang tengkorak.

4. Testudine
Reece et al (2014) menjelaskan bahwa kelompok hewan ini memiliki cangkang pada bagian atas maupun bawah yang menjadi pelindung serta mengalami fusi dengan vertebrae, klavikula dan rib. Hickman et al (2002) menjelaskan bahwa pada bagian dorsal dilindungi oleh carapace dan bagian ventral terdapat plastron. Hickman et al (2002) menjelaskan bahwa cangkang ini menglami fusi dengan thorax dan rib.

Referensi:

Avissar, Yael, et al. 2013. Biology. Texas: Rice University

Hickman, Cleveland P., et al. 2002. Animal Diversity. 3rd Ed. NewYork: The Mc-Graw Hill Companies

Reece, Jane B., et al. 2014. Campbell Biology.  10th Ed. Lake Ave: Pearson Education

Related Posts:

  • Struktur Sel Hewan Apa itu sel? Mungkin diantara pembaca ada yang sudah mengenal apa itu sel. Di bangku sekolah, guru-guru kita sudah menjelaskan apa itu sel. Nah, di kesempatan kali ini kita akan lebih mengenal struktur dari suatu sel. Se… Read More
  • Transpor Zat Difusi dan Osmosis Pada transpor zat, kita mengenal adanya difusi dan osmosis Difusi adalah gerak menyebarnya molekul dari daerah konsentrasi tinggi (hipertonik) ke konsentrasi rendah (hipotonik).  Molekul-molekul gas seperti oksigen dan… Read More
  • Struktur Sel Tumbuhan serta Perbedaannya dengan Sel Hewan Pada postingan kemarin, saya telah menuliskan tentang struktur sel hewan beserta fungsi dari organel selnya, tulisan itu bisa dilihat disini. Selanjutnya, saya akan menuliskan struktur sel tumbuhan serta fungsi dari organel… Read More
  • Lisosom: Pengertian, Jenis Enzim, dan Mekanisme Pencernaan Terima kasih telah mampir ke blog saya, pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang organel yang memiliki membran lainnya, yaitu lisosom.  Lisosom  masih merupakan bagian dalam sistem endomembran, selain r… Read More
  • Membran Sel: Pengertian, Fungsi, Struktur dan Transpor Zat Terima kasih telah mampir ke blog saya, pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang membran sel, suatu komponen yang memiliki peran yang signifikan bagi sel itu sendiri. Sebelum saya bahas mengenai membran sel penti… Read More

0 Comments:

Post a Comment